id mech@eng.ui.ac.id +62 21 7270032
id mech@eng.ui.ac.id +62 21 7270032

Menuju Kemandirian Roket Nasional, Doktor FTUI Gagas Tabung Komposit

Depok (17/6) – Tantangan penguasaan teknologi roket dalam negeri terus mendorong lahirnya inovasi dari kalangan akademisi. Salah satunya datang dari Dr. Herry Purnomo, S.T., M.T., mahasiswa S3 Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), yang menghadirkan terobosan dalam pengembangan tabung motor roket berbasis material komposit.

Melalui disertasi doktoralnya yang berjudul “Pengembangan dan Karakterisasi Tabung Motor Roket Berbasis Komposit dengan Proses Filamen Gulung”, Dr. Herry mengusulkan pendekatan baru dalam pembuatan struktur utama roket berbahan ringan dan kuat. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Tresna P. Soemardi, S.E., M.Si., IPU. ASEAN Eng. dan Prof. Dr. Ir. Hendri D.S.Budiono, M.Eng.

Tabung motor roket merupakan bagian penting dalam sistem propulsi roket, karena berfungsi sebagai ruang pembakaran bahan bakar padat. Oleh karena itu, diperlukan material yang memiliki kekuatan mekanik tinggi, namun tetap ringan agar mampu terbang lebih jauh dan efisien.

“Tabung motor berbasis komposit menawarkan solusi karena sifat materialnya yang ringan dan memiliki kekuatan tarik tinggi. Ini penting untuk aplikasi roket, termasuk misi kedirgantaraan dan pertahanan,” ujar Dr. Herry.

Penelitian ini menggunakan metode filament winding atau penggulungan filamen dalam proses pembuatannya. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa tabung komposit yang dikembangkan memiliki potensi untuk menggantikan tabung logam konvensional dengan keunggulan pada berat dan performa.

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyatakan apresiasinya atas hasil riset tersebut. Ia menilai penelitian ini merupakan langkah konkret FTUI dalam mendorong penguasaan teknologi tinggi yang strategis untuk kepentingan nasional.

“Inovasi ini sejalan dengan misi kami untuk menghasilkan riset yang aplikatif dan berdampak. Ini bisa menjadi kontribusi penting bagi pengembangan teknologi roket dalam negeri,” ujarnya.

Hasil penelitian Dr. Herry diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi pengembangan roket nasional, baik untuk kebutuhan pertahanan maupun riset ilmiah, dengan memanfaatkan potensi material komposit lokal secara optimal.