id mech@eng.ui.ac.id +62 21 7270032
id mech@eng.ui.ac.id +62 21 7270032

Doktor Teknik Mesin FTUI Rancang Sistem Pendingin Inovatif untuk Baterai Kendaraan Listrik

Depok (10/06) – Perkembangan kendaraan listrik (EV) di Indonesia turut mendorong kebutuhan akan teknologi pendukung yang andal dan efisien. Menjawab tantangan tersebut, Dr. Andhy Muhammad Fathoni, dosen Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), berhasil mengembangkan sistem pendingin inovatif untuk baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari disertasi program doktoralnya.

Sistem pendingin ini menggunakan pendekatan loop heat pipe (LHP), sebuah teknologi pasif berbasis perpindahan panas tanpa pompa, yang dinilai lebih efisien dan hemat energi. Dalam sistem ini, cairan kerja (working fluid) akan menguap akibat panas dari baterai, kemudian dialirkan secara alami menuju kondensor, dan kembali lagi setelah mengalami kondensasi, membentuk sirkulasi tertutup yang efisien.

“Manajemen termal baterai menjadi aspek krusial dalam kendaraan listrik. LHP memberikan solusi hemat energi dengan performa tinggi dan tanpa komponen mekanis aktif,” ujar Dr. Andhy.

Penelitian ini dituangkan dalam disertasi berjudul “Pengembangan Sistem Pendingin Baterai Kendaraan Listrik Menggunakan Loop Heat Pipe” di bawah bimbingan Prof. Dr-Ing.Nandy Putra. Penelitian ini memadukan pendekatan eksperimental dan simulasi numerik menggunakan perangkat lunak computational fluid dynamics (CFD) untuk menguji efektivitas desain sistem pendingin terhadap temperatur baterai.

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyambut baik pencapaian ini. Ia menilai inovasi tersebut sejalan dengan komitmen UI dalam mendukung riset transformatif di bidang energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan.

“Inovasi seperti ini tidak hanya menunjukkan kapasitas riset akademik UI, tapi juga relevan dengan kebutuhan industri otomotif nasional menuju transisi energi bersih,” jelas Dr. Heri.

Dengan terus meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, sistem pendingin berbasis LHP yang efisien, ringan, dan tidak memerlukan perawatan rumit ini diharapkan dapat diterapkan secara luas di industri kendaraan listrik nasional maupun global. Riset ini menjadi langkah strategis dalam mendorong teknologi EV yang lebih andal dan berkelanjutan.